Rabu, 19 Agustus 2015

KENAPAH HP JADI MATOT(mati total)

                                      Korsleting pada ponsel

      Kondisi hubungan singkat atau konrsleting pada ponsel terjadi apa bila ponsel tidak bisa menerima arus baterai secara normal. Gangguan ini dapat terjadi pada ponsel low end atau high end sekalipun
ponsel korslet di tandai dengan munculnya tanda sebagai berikut


- Baterai cepat ngedrop
- Tidak ada signyal
- Proses pengisian baterai tadak mencapai maksimal
- Apabila di sentuh, salah satu atau lebih body komponen ponsel akan terasa panas


Apabila di biarkan begitu saja,ponsel akan matot (mati total).Hal ini bisa dilakukan pengecekan
menggunakan multimeter.gunakan resistensin(ohm0 pada konektor baterai ponsel pada kutub positif( + ) dan negatf (- ),apa bila terdapat nilai resis tensi berarti ponsel di pastikan korslet.kondisi ponsel normal tidak memiliki nilai resistensi(0w) saat di ukur dengan multimeter.
ponsel-terkena-air.jpg  Perlu di perhatikan,kondisi ponsel korslet tidak bisa di deteksi dengan memberi sumber tegangan pada ponsel.namun, dapat di ketahui setelah mengangkat komponen yang di curigai atau berpotensi mengalami kerusakan atau korslet.Beberapa komponen yang berpotensi penyebab korslet sebagai berikut.
     1. IC Power Amplifier
     2. IC Power
     3. IC User Interface
     4. IC Charging
Memperbaiki ponsel matot,kondisi ponsel mati total (matot) dapat di kelompokan pada dua cara perbaikan,yaitu hardware dan software. Dari segi hardware,ponsel matot dapat di sebabkan beberapa hal sebagai berikut
  - ponsel terjatuh atau tertekan(press)
  - Terkena air
  - Rusaknya komponen ponsel,seperti IC power, CPU,memory, atau sistem clock ponsel


Dari segi software, ponsel matot di sebabkan beberapa hal sebagai berikut
  - Terlalu sering men-download aplikasi ponsel seperti game,nada dering,dan aplikasi pitur lainya
  - Terlalu cepat atau keras menekan tombol keyped ponsel
  - Proses flasing yang gagal
Langkah-langkah memper baiki ponsel matot sebagai berikut
images (6).jpg 1. melakukan pengujian baterai,apakah tegangan baterai tersebut dapat menyalakan ponsel atau tidak.Biasanya,pada lebel baterai tercantum tegangan 3,6 sampai 4 V.
nilain tersebut menyatakan nilai maksimum sebuah ponsel.
 2. Lakukan pengecekan, apakah terjadi korslet atau tidak pada ponsel
 3. Apabila kondisi ponsel baik (tidak korslet),langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian menggunakan power suplay tester.dengan cara ketika tombol on-off ditekan idealnya terdapat nilai arus listri sekitar 200 mili-ampere.Apabila tidak terdapat sama sekali,di pastikan tombol rusakatau bisa jadi jalur yang berasal dari IC power putus
 4. Apabila semua pengujian normal, langkah selanjutnya menguji software grifin atau tornado box,hal ini bisa di lakukan pengecekan apakah ponsel mengalami kerusakan software atau tidak.Ketika ponsel di sambungkan dan terdeteksi maka lanjutkan dengan proses flashing sampai selesai
 5.Akan tetapi ,menggunakan tornado box dan griffin tidak terdeteksi di pastikan ponsel mengalami kerusakan hardware.langkah selanjutnya
  - membuka ponsel dengan obeng khusus.
  - mengukur tegangan pada tombol on-off,tegangan terukur sekitar 2 V
  - ketika tombol on-off ditekan atau di aktifkan tegangan akan menjadi 0 V,pada ponsel normal biasanya ,kondisi seperti ini ponsel menyala
6. Apabila ponsel belum juga menyala,gunakan pengukuran dengan frekwensi counter pada komponen RF procecor,bagian outputclok yang menuju CPU sekitar 13 MHZ.apabila tidak terdapat nilai dari komponen yang menuju CPU dipastikan IC power mengalami ganguan.
 7. lakukan pembloweran kesemua komponen secara merata,selagi panas lakuakn pengukuran ulang,apabila masih tidak terdapat nilai di pastikan IC power rusak.langkah selanjut nya ganti komponen yang rusak



Tidak ada komentar:

Posting Komentar